7 Film Horor Indonesia Terburuk

PERNAHKAH kau melihat sebuah tayangan yang bermaksud untuk menakut-nakuti tapi ternyata yang kau dapat adalah tawa terbahak-bahak? Inilah tujuh film Indonesia yang tak malah mengundang decak ketakutan, melainkan tawa terbahak-bahak saking kurang/tidak berhasilnya film-film ini dalam meramu bumbu horor, thriller, dengan teknis scary scene yang akhirnya bikin ngakak. Namun ini adalah review pribadi yang tentu saja sangat jauh dari keobyektifan. Alias, tidak perlu dipercaya. Anggap saja sebagai hiburan di tengah malam.

1. Malam Jumat Kliwon (2007)

Film tahun 2007 yang mengadaptasi beberapa scene dalam film-film horor Amerika. Sebut saja dari yang saya ketahui: Silent Hill. Ketika para hantu di rumah tua itu ngerayap-ngerayap dinding dan hantu suster di koridor.Kalaulah scene ini ditata apik, kalangan yang melek film tentu akan memuja meski mereka tentu sangat tidak senang dengan ciplak menciplak (plagiat). Sementara kisahnya sendiri sangat klasik, segerombolan anak muda jalan-jalan tengah malam pakai mobil, mobil mogok, mereka masuk rumah angker, di situ mereka berlindung. Tololnya di antara mereka nggak ada usaha untuk lari dari rumah tersebut. Orang-orang malah mengunjungi setiap ruangan layaknya menikmati museum. Film ini memang full horor seperti yang dijargonkan. Tanpa cerita. semua melulu scene yang dianggap mencekam. Saya nonton bersama mantan di bioskop dan di sana dipenuhi ABG yang menjerit-jerit ketakutan. Kalau saya, lebih memilih muntah darah daripada menjerit laksana perempuan beranak.

2. Jelangkung 3 (2007)

Jelangkung pertama adalah horor pionir dari Jose Poernomo dan Rizal Mantoani. Setelah itu muncullah film-film horor di luar film bergenre ‘Susana’ dengan label jelangkung, suster, kuntilanak, tempat-tempat angker, dsj. Sekuelnya Tusuk Jelangkung ditata sangat artistik dan sinematografis oleh Dimas jayadiningrat. Yakni ketika banyak pemain-pemain beken sekelas Marcella Zalianty atau Dinna Olivia. Tapi semua berbanding terbalik saat saya menyaksikan trilogi Jelangkung: Jelangkung 3. Sungguh, sebuah proyek yang gatot (gagal total). Maaf kalau saya bilang, my review is suck. Tapi sebagai penonton bioskop saya disodori tayangan yang tidak sekelas poster filmnya. Isinya lebih mirip sinetron lepas horor di Trans TV, tata kamera asal-asalan, editing, kemampuan akting parah, isi cerita? Mending baca cerita bokep masochisme.

3. Lewat Tengah Malam (2007)

Inilah versi lain The Other (dibintangi Nicole Kidman). Seorang perempuan yang merasa terasing di rumahnya, dan menganggap gangguan di rumahnya adalah para setan pengganggu. Tapi tahukah kalau sebenarnya Nicole sendiri adalah hantunya. Yap! Sesosok hantu yang belum menyadari kalau dia adalah hantu. Dan film mengejutkan ini harus dicontek lagi oleh Nayato di film yang dibintangi Catherine Wilson dan Joanna Alexandra.

Oh ya, film ini meraih dua belas nominasi dalam penghargaan film independent, memenangkan tujuh, Best Picture, Best Director (untuk Koya Pagayo), Best Actress (untuk Joanna Alexandra), Best Actor (untuk Andhika Pratama), Best Supporting Actress (untuk Catherine Wilson), Best Adapted Screenplay, dan Best Cinematography.

4. Lentera Merah (2006)

Ini adalah film terburuk Hanung Bramantyo. Sialnya, ini film masuk ke dalam FFI pada waktu itu. Haha! Apa bagusnya coba? Apa karena mengambil latar belakang tentang PKI pada masa lalu dan disadur beberapa bagiannya dari buku karangan Soe Hok Gie yaitu Di Bawah Lentera Merah. Waduh, waduh.. Untung FFI sekarang udah ‘bener’. Namun Lentera Merah adalah kisah mengenai semacam ‘ospek’ bagi para mahasiswa yang mengikuti ekskul (kegiatan kemahasiswaan) jurnalistik. Selanjutanya, adegan-adegan berdarah-darahnya sangat terlihat amatir. Dan hanya akan dianggap berhasil oleh orang yang sangat awam. Hanung juga bermain sedikit lho, di sini. Mengingatkan kita pada penampilan singkatnya di Perempuan Berkalung Sorban dan beberapa filmnya. Pengen eksis jadi pemain? Ya, ini sangat diwajarkan, lah.

5. Panggil Namaku Tiga Kali (2005)

Pemeran utamanya memang sangat cute dan innocent (keluaran Gadis Sampul): Hayria Lontoh. Namun dia ketiban sial dengan bermain di film horor yang sejenis dengan horor Amerika terkenal: Carry (kalau nggak salah judulnya itu) dan Candyman. Film ini saya tonton berulang kali via VCD hanya untuk menertawakan kebodohannya. Terlebih ketika Titi Qadarsih bermain sebagai neneknya Hayria. Wah, aneh banget aktingnya! Apalagi pas ada adegan perkosaan dan bully (penindasan) di toilet. Humh… Bikin ngakak. Yang paling enak, film ini menawarkan banyak pemain muda baru di jamannya. Dan waktu itu banyak teman yang mencak-mencak pas udah lihat tayangannya di bioskop.

6. Terowongan Casablanka (2007)

Film ini mungkin debut Nino Fernandez dan di sana aktingnya sangat kelihatan tolol. Meski tidak saat ia berperan sangat bagus di Coklat Stroberi dan Ruma Maida. Film ini menjadi salah satu film terlaris di tahunnya (2007). Dan asal tahu saja saya menonton bersama mantan di bioskop tua (di daerah kalapa) dan percaya nggak percaya, nyium bau melati. Nah, lho! Apa karena saya mencak-mencak film ini, ya, makanya setan casablanka benerannya marah sama saya. Film ini juga termasuk hot, lho. Lihat saja openingnya.. adegan perkosaan di diskotik yang lumayan menantang. Cocok untuk penggemar tontonan ‘mesum’. Haha! Peace..

7. Pengantin Topeng (2010)

Sangat jelas film ini tak hanya mengikuti jejak kesuksesan Air Terjun Pengantin (ATP) karya Rizal Mantovani sang maestro. Namun Pengantin Topeng menurut saya adalah sebuah ciplakan dari ATP. Sebenarnya masih banyak, dan saya hanya membatasinya sampai tujuh. Dan kenapa film-film Dewi Perssik yang dianggap murahan tidak masuk. Ini Karen pengemasan film Perssik semisal berjudul Tali Pocong Perawan atau Tire, dsj, memiliki teknis yang saya nilai bagus. Semoga perfilman tanah air terus maju dan jadikan semua omongon nyinyir seperti di atas sebagai sebuah cambukan untuk dapat membuat sebuah karya yang diterima ‘semua’ kalangan.

|SUMBER|

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih telah berkunjung, silahkan tinggalkan komentar anda disini....

Bagikan Artikel Ini :

Related Posts with Thumbnails
Ada kesalahan di dalam gadget ini