Tampilkan postingan dengan label Kenyataan Di Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenyataan Di Sekitar Kita. Tampilkan semua postingan

Kisah Pilu Kehidupan Anak Jalanan Di Jakarta


 Pengamen dan pengemis anak bukan pemandangan baru di Jakarta. Ada yang merasa kasihan dan prihatin, tak sedikit juga yang sinis dan tak peduli. Namun, tahukah Anda bagaimana kehidupan anak jalanan sesungguhnya? Andes Lukman dan Ajeng Pinto menelusurinya dengan terjun langsung di antara mereka.

kisah anak jalanan
Siang itu daerah perempatan Jatinegara, Jakarta Timur, panas terik. Tampak seorang anak lelaki berusia 8 tahun tengah asyik menyanyi sambil menepuk-nepuk tangan di sisi sebuah mobil. Tak jelas syair lagu apa yang keluar dari mulutnya. Setelah bernyanyi beberapa bait, tangannya menadah pertanda meminta uang. Dengan muka memelas ia berkata, “Buat makan dan sekolah, Bu. Minta uang,” begitu katanya singkat.


Pemandangan seperti ini pasti se­ring Anda jumpai di sudut kota besar, terutama Jakarta. Tak peduli hujan atau panas, anak-anak ini tetap me­minta uang di jalanan. Timbul perta­nyaan, siapa mereka sebenarnya? Ke mana orang tua yang seharusnya bertanggung jawab atas anak-anak ini?

Penasaran dengan hal ini, beberapa waktu lalu kami menelusuri kehidupan pengemis dan pengamen anak-anak di sekitar Prumpung, Jakarta Timur. Untuk masuk ke dalam kelompok ini, Sekar harus melakukan pendekatan dengan keluarga mereka terlebih dulu. Tidak mudah, sebab anak-anak ini benar-benar tertutup dengan orang baru. Baru tanyakan soal tempat tinggal saja, anak-anak ini langsung mengernyitkan dahi. “Ada apa? Mau apa? Kenapa tanya-tanya?” cecar mereka.

Bagi anak-anak ini, tempat tinggal adalah suatu hal yang yang sangat dijaga kerahasiaannya. Pasalnya, bila sudah banyak yang mengetahui tempat tinggal, pastilah banyak orang yang akan berkunjung. “Orang” yang dimaksud di sini bukanlah orang biasa, melainkan institusi, lembaga pemerintah, hingga LSM, yang sering menjaring anak-anak dan orang tua mereka agar tak turun ke jalan lagi. Inilah yang ingin dihindari para pengamen dan pengemis jalanan.

Agar bisa berkenalan dan diterima, Sekar harus mencopot identitas wartawan. Hari pertama berkenalan dengan anak-anak ini, kami terkejut karena ternyata sebagian dari mereka mempunyai telepon selular atau ponsel. Ketika kami menanyakan nomor HP, spontan anak-anak itu menjawab, “Kosong delapan…kapan-kapan kita ke Dufan.” Begitu canda mereka sambil mencibir, menggambarkan keengganan menyebut nomor.

WAJIB MENGEMIS & MENGAMEN

Seperti yang mungkin sudah diduga banyak orang, para pengemis dan pengamen anak ini sudah melupakan pendidikan. Sebenarnya ada kesempatan untuk sekolah, tapi kemauan mereka yang sudah lenyap. Ketua LSM (lembaga swadaya masyarakat) SWARA, Endang Mintarja, yang bergiat untuk anak-anak jalanan di sekitar Jakarta Timur menyebut kondisi ini sebagai titik “aman” orang tua.

Maksudnya, orang tua memang sengaja membiarkan anak-anaknya mengemis dan mengamen di jalanan. “Kenapa dibiarkan? Karena mereka juga mengambil keuntungan dari situ,” katanya. Lalu mengenai pendidikan, beberapa tahun ke belakang Endang dan beberapa timnya memberikan ke­sempatan kepada anak-anak ini untuk sekolah. Masalah biaya SWARA akan berusaha membantu.

Namun kenyataannya tak banyak orang tua dan anak-anak yang tertarik dengan program ini. Mereka lebih senang di jalanan ketimbang harus duduk dan belajar di sekolah. Endang bahkan sudah mengalokasikan uang bagi anak-anak yang mau belajar. Mi­salnya, setiap hari Jumat dan Sabtu SWARA mengundang anak-anak jalanan untuk belajar di kantor SWARA di bilangan Prumpung. Bagi anak yang hadir akan diberikan uang sebesar Rp10 ribu. “Uang itu hitung-hitung sebagai ganti rugi mereka mengamen dan mengemis,” tuturnya.

Ternyata cara ini pun tidak lantas membuat anak-anak tertarik untuk belajar. Ketika Sekar mengikuti kegiatan belajar ini, mayoritas dari mereka malah asyik bersenda-gurau. Misalnya ketika salah seorang guru menjelaskan tentang fungsi RW (rukun warga), tiba-tiba seorang anak langsung berteriak, “Rukun Warga tidak ada fungsinya karena masyarakat selalu berkelahi.” Jawaban itu langsung diikuti gelak tawa teman-temannya.

Begitu pula ketika mereka disuruh membacakan Pancasila. Seorang anak dengan cepat langsung mengacungkan tangannya dan berdiri di antara anak-anak lainnya. “Pancasila! Satu, Ketuhanan yang Maha Esa. Dua, mari mengamen sama-sama,” kata anak itu sambil tertawa terbahak-bahak. Tak ayal sang guru hanya menggeleng-gelengkan kepala. Anak-anak itu benar-benar liar dan susah diatur.

Dari 105 jumlah anak-anak jalanan di sekitar Prumpung, hanya setengahnya yang mau ikut belajar. Itu pun mereka harus dipaksa dan diming-imingi uang. Melalui program belajar inilah kami bisa berkenalan dengan F, gadis berusia 13 tahun. Di usia setua itu F masih duduk di bangku kelas 3 SD. Terkadang ia malu dengan teman-temannya yang lain karena badannya paling besar. “Harusnya kan saya sudah SMP,” katanya sedih.

Keinginan F untuk belajar tidak datang secara tiba-tiba. Sebelumnya beberapa kali ia ditawari oleh tim dari SWARA untuk mendaftar sekolah, tapi tidak mau. Ia memilih untuk te­rus mengamen di jalanan. F tinggal di sebuah rumah petak di sekitar Prumpung bersama kedua orang tua dan tiga adiknya. Ayah dan ibunya adalah pedagang asongan di sekitar Jatinegara. Barang yang dijual bermacam-macam, mulai dari rokok, minuman, atau apa saja. Yang penting laku dijual.

Pendapatan bersih rata-rata kedua orang tua F hanya Rp20 ribu sehari. Uang itu harus digunakan untuk membayar sewa rumah petak seharga Rp200 ribu per bulan. Rumah itu jauh dari kesan nyaman. Ruangan yang hanya berukuran 3 x 3 meter itu digunakan untuk tidur, masak, dan tempat berkumpul. Kamar mandinya berukuran 1 x 1 meter, namun pintu untuk menutup kamar mandi hanya papan tripleks yang disandarkan. Bila akan menggunakan kamar mandi, kayu tripleks harus diangkat untuk menutup pintu. Jika sewaktu-waktu angin kencang bertiup, papan tripleks bisa terjatuh. Itu belum seberapa. Bila salah satu anggota keluarga F sedang buang air besar, baunya akan “terbang” ke sekeliling ruangan.

Sebagian besar pendapatan kedua orang tua F dari berjualan di pinggir jalan habis untuk membayar kontrak­an ala kadarnya ini. Uang yang tersisa mereka pergunakan untuk makan sehari-hari. Tentu saja tidak cukup. Itulah alasan sang ibu menyuruh F mencari uang di jalanan. Caranya? Ya, terserah. Mau mengamen atau mengemis, sang ibu tidak akan keberatan.

Malah ketika F berusia 3 tahun, sang ibu sudah membawanya berjualan di pinggir jalan sambil digendong-gendong. Tak peduli debu, terik matahari, dan hujan. Ketika sudah berusia 7 tahun, barulah F disuruh mencari uang sendiri. Setiap hari anak ini bisa me­ngantongi uang Rp10 ribu sampai Rp20 ribu dari mengamen dan mengemis. Untuk mengamen tak diperlukan keahlian apa pun. Cukup menyanyi dan bertepuk tangan, jadilah sebuah nyanyi­an. “Tak perlu merdu, yang pen­ting memelas,” kata F sambil tersenyum. Uang yang ia dapat sebagian diberikan kepada orang tua. Sedangkan sebagian lagi digunakan untuk membeli aksesori, seperti gelang dan kalung.

KORBAN KEKERASAN & PELECEHAN SEKSUAL

Kedua orang tua F tak pernah menghiraukan keberadaan anaknya. Yang mereka tahu, bila tidak pulang ke rumah berarti anak ini tidur di pinggir jalan. Pergaulan F pun terbilang luar biasa. Di usia semuda itu ia sudah sering berganti-ganti pacar. Bahkan meraba-raba badan pasangan menjadi hal yang biasa baginya. Kami sempat melihat komunikasi anak ini dengan pacarnya. Bila sang pacar meledek F, anak ini tak segan-segan menempeleng kepala sang pacar. Begitu pula sebaliknya. Sang pacar sering menjambak rambut F. Menurut F, orang tuanya memang sering tak peduli pada anak. Ketidakpedulian mereka bahkan telah merenggut nyawa dua orang adiknya. Peristiwanya bermula ketika sang ibu sering membawa adik F yang nomor dua berjulalan di pinggir jalan. Alasannya klise, di rumah tidak ada yang menjaga sang anak.

Suatu hari dada si anak sesak dan sulit bernapas. Ketika dibawa ke rumah sakit, si anak dinyatakan mengalami gangguan pernapasan akut dan sulit disembuhkan. Penyebab utamanya adalah polusi karena terlalu sering mengisap debu dan asap knalpot. Nyawa si anak tak bisa tertolong dan F pun kehilangan satu adiknya. Bukannya kapok, sang ibu kembali membawa anak berjualan di pinggir jalan. Kali ini yang dibawa adalah anak ketiganya. Hanya selang satu tahun, anak ini juga meninggal. Namun sang ibu selalu mengelak kalau anaknya itu meninggal karena gangguan pernapasan akibat polusi. Menurutnya, kedua anaknya itu meninggal akibat salah minum obat.

Tak jauh berbeda dengan kehidup­an F, Aris (bukan nama sebenarnya) juga harus mencari uang di jalanan. Padahal sang ayah, M masih mampu mencarikan biaya untuk anak laki-laki berusia 8 tahun ini. M adalah penjual kerupuk keliling di sekitar Jakarta Timur. Penghasilannya per hari kurang lebih Rp50 ribu. Artinya dalam sebulan M bisa mengantongi penghasilan kurang lebih Rp1,5 juta per bulan. Kondisi keuangan yang cukup baik ini tidak lantas membuat Aris senang. Ia sama seperti anak-anak yang lain, wajib mengemis di jalanan. Bukan semata-mata karena butuh, tapi karena disuruh orang tua. Setiap hari, dari pagi sampai malam, ia harus mengemis di sekitar Jakarta Timur. Bila sekali saja tidak mencari uang, ayahnya akan memukuli Aris. Akibat terlalu sering dipukul oleh sang ayah, telinga sebelah kanannya tidak bisa berfungsi lagi. Sangat menyedihkan.

Sifat kasar sang ayah mulai muncul sejak Aris berusia 4 tahun. Saat itu M bercerai dengan istrinya gara-gara sang istri berselingkuh. Ia marah dan kesal. Semua emosi itu ia lampiaskan kepada Aris. Saat marah ia bisa berubah seperti orang kesurupan. Semua benda yang ada di sampingnya hancur berantakan. Pernah suatu ketika M tengah makan nasi hangat. Aris yang tengah ba­ngun tidur tiba-tiba menangis. Ber­ulang kali M menyuruh anak itu untuk diam tapi tak bisa. Aris malah semakin kencang menangis. Kesal mendengar hal itu, M pun melempar piring beserta nasi hangat itu ke pipi Aris. Anak itu pun pingsan dan pipinya melepuh.

Saat M menceritakan peristiwa ini, M menyuruh Aris menunjukkan bekas-bekas luka itu. Anehnya, M malah bangga karena telah berhasil membuat anak satu-satunya itu takut kepadanya. Sambil tertawa terbahak-bahak, M mempertontonkan kepada kami luka anaknya itu. Tak hanya kekerasan fisik, M juga sering mengajak anaknya ini ke tempat prostitusi di daerah Jatinegara.

Di tempat maksiat itu, Aris disuruh menunggu di luar, sementara M asyik berhubungan intim dengan wanita lain di dalam tenda. “Saya mau mengajar anak ini untuk berani,” begitu alasan M saat mengajak anaknya datang ke tempat prostitusi. Tak jauh berbeda dengan cerita Aris, lelaki bernama R juga menjadi korban kekerasan. Bedanya R adalah korban kekerasan seksual. Semenjak dibuang oleh orang tuanya, R harus berjuang menyambung hidup di jalan. Semenjak usia 7 tahun ia sudah mengemis di jalan. Namun sayang, ada orang-orang usil kepada anak ini.

Setiap hari ia selalu menjadi pelampiasan nafsu laki-laki bejat. Ia juga beberapa kali pernah (maaf) disodomi. Kini R berperilaku seperti perempuan. Di usianya yang baru 13 tahun, R se­ring dipanggil banci oleh orang-orang sekitarnya. Kepalang basah, akhirnya R pun menganggap dirinya sebagai perempuan. Setiap hari ia selalu memakai celana yang berukuran pas dengan kaki. Rambutnya panjang sebahu. Tak lupa ia juga acap memakai bedak dan lipstik.

Begitulah penampilan R saat turun ke jalan untuk mengemis dan mengamen. Diam-diam seorang induk semang pelacur memperhatikan tingkah laku R ini. Suatu hari ia diculik dan dibawa ke satu tempat. Di ruangan berukuran 3 x 3 meter sudah menunggu seorang laki-laki berbadan tegap. R kaget dan tak tahu harus berbuat apa. Laki-laki itu memaksa anak ini melayani dirinya. Baru selesai laki-laki pertama, masuk lelaki kedua. Setelah itu masuk lagi yang ketiga, keempat, hingga ketujuh. R diancam. Kalau tidak mau melayani ketujuh lelaki itu, ia akan disiksa. Akhirnya anak ini pasrah dan menerima saja. Kondisi mengenaskan ini bukan cerita fiksi atau karangan. Inilah realita yang terjadi pada sebagian pengamen dan pengemis anak di ibu kota.

Rencananya, untuk mengurangi anak-anak jalanan seperti cerita di atas, para LSM akan bahu-membahu dengan pemerintah agar jumlah mereka berkurang. Targetnya, menurut Endang, pada tahun 2014 sudah tidak ada lagi anak-anak jalanan di ibu kota. “Semua orang harus mendukung program ini. Minimal sadarkan kepada mereka bahwa jalanan bukanlah dunia untuk anak-anak. Mereka berhak mendapat kehidupan yang lebih baik. Me­reka berhak bermain dan bukan disiksa atau dipaksa mencari uang di jalanan,” tutupnya tegas.

Sumber : majalahsekar.com

Gara-Gara Makan Sushi, Kepala Seorang Kakek Menjadi Sarang Ribuan Ulat

Seorang kakek,Shota Fujiwara dr Gifuprefecture yg sring mengeluh sakit kepala membandel adalah penggemar berat makanan khas Jepang SUSHI & SASHIMI. Kegemarannya ini sdh dimulai sjak dia muda sebagaimana layaknya warga Jepang lainnya.

Namun pd usia lanjutnya kini,dia mengalami sakit kepala yg akut&hebat dlm 3 th trakhir,yg praktis membuatnya kesulitan utk bekerja&menjalani hidup dgn normal&sakitnya itu tlah membuat kulit batok kepalanya trus membsar&makin terlihat spt jenong pd ikan Lohan.Dia telah kehilangan kemampuan psikomotoric- nya sejak 3 th lalu.

Utk mengatasi hal itu,dia pergi ke rumah sakit&menjalani pemeriksaan CT-scan & X-ray utk memastikan penyebabnya.Dokter yg menanganinya menjadi sangat terkejut krn didpti tampilan benda2 kecil aneh dibwh kulit kepalanya namun msh diluar tempurung otaknya.

Dokter kemudian melakukan anastesi lokal&memutuskan membedah kecil kulit kepalanya&kemudian ditemukan penyebab utamanya.Disitu ditemukan sarang ulat.Sungguh mengerikan.

Kemudian diputuskan utk melakukan operasi bedah kulit kepala secara total utk memastikan ulat2 tsb bs dibersihkan&infeksi dibawah kulit batok kepalanya bs disembuhkan.

Jadi, BERHATI2LAH MEMAKAN SUSHI&SASHIMI(IKAN MENTAH,GURITA MENTAH,CUMI MENTAH,UDANG MENTAH dsb.

Ulat spt yg didpti pd kepala Shota Fujiwara,adalah berasal dr parasit yg biasa didpt pd tubuh ikan,seafood mentah baik ikan laut maupun ikan air tawar.Ulat parasit&telurnya hanya bs dimatikan dgn melalui proses pemasakan dgn panas tinggi(digoreng, dipanggang matang/direbus mendidih)dgn pembekuan -10 degC s/d -20 degC selama lbh dr 1 minggu.

Krn itu ingat2lah,utk memastikan konsumsi ikan?seafood&daging hanya yg sdh melalui proses pemasakan yg benar (digoreng,dipanggang matang&direbus mendidih)

INI FOTONYA (kalo gak kuat jangan diliat)




Menharukan Bocah 10 Tahun, Yang Menjadi Tukang Tambal Ban Truk !! Mengharukan Gan !!


Melihat usianya belumlah pantas jika bocah usia 10 tahun yang masih mungil ini harus membongkar ban sebuah truk untuk ditambal, selain faktor usia faktor kemanusiaanpun rasanya sangatlah kurang pantas, karena seperti halnya bocah seusianya masih harus menuntut pendidikan di sekolah untuk masa depan mereka.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/09/03/article-1308671-0B061A62000005DC-659_634x457.jpg
Wang Junjie, bocah 10 tahun menjadi tukang tambal ban

Mungkin nasib Wang Junjie nama bocah itu tidak semujur teman-temannya yang lain, Wang adalah putus sekolah yang diakbibatkan faktor ekonomi dan alasan sekolahnya yang mengeluarkannya karena dinilai hasil akademis pelajaran yang jelek. Dikutip ruanghati.com dari Mail Online menceritakan, bocak cilik yang tinggal di Propinsi Guizhou Cina ini akhirnya bekerja menjadi tukang tambal ban mobil dan truk di bengkel pamannya.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/09/03/article-0-0B061B30000005DC-641_634x426.jpg
Wang Junjie, bocah 10 tahun menjadi tukang tambal ban

Beberapa waktu silam setelah Wang berhasil mengumpulkan sejumlah uang maka dirinya mencoba kembali untuk mendaftar sekolah, akan tetapi oleh pihal sekolah ditilak mengingat nilai akademis sebelumnya yang sangat jelek. Lha mau pinter ditolak sekolah kapan pinternya guman Wang mungkin demikian. Oh nak kasihan dikau.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/09/03/article-0-0B061B34000005DC-679_634x385.jpg
Wang Junjie, bocah 10 tahun menjadi tukang tambal ban

Kala bersekolahpun Wang ditempatkan oleh gurunya di barisan belakan sehingga susah melihat papan tulis, mengingat tubuhnya lebih pendek dibanding teman teman sekelasnya. Wang kini tetap meminpikan ingain sekolah dan bisa belajar kembali seperti rekan rekan seusianya. Sebuah cita-cita mulia.

Pulang ke negeri kita, sobat ruanghati.com, agaknya potret Wang di Cina inipun sangat banyak kita jumpai di tanah air kita, karena faktor ekonomi mereka musti membanting tulang untuk menyambung hidup sehingga meninggalkan sekolah, tidak jarang pula mereka bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Lihat di jalan raya, di perempatan lampu trafik light. Di dalam bus dan lain sebagainya.

http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2010/09/03/article-0-0B061A6A000005DC-246_634x436.jpg

Anak jalanan di negeri ini

Mari kita berbagi untuk masa depan mereka, karena mereka merupakan masa depan bangsa ini, tapi bagaimana berbagi yang bijak? apakah dengan memberi mereka uang sehingga mereka merasa meminta-minta lebih menghasilkan dari bekerja dan melemahkan mental sehingga mereka malas berusaha. tapi usia mereka kan memang belum pantas untuk bekerja?

Sudah saatnya kita semua peduli dengan masa depan mereka bukan hanya dengan mempolitisasi dan memanfaatkan mereka untuk kepentingan-kepentingan kita. tapi sungguh sungguh tulus mencarikan jalan bagai masa depan mereka.

2 Presiden Indonesia Yang Tak Dicatat Dalam Sejarah

Dua tokoh yang terlewatkan itu adalah Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat. Keduanya tidak disebut, bisa karena alpa, tetapi mungkin juga disengaja.
Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap Belanda pada awal Agresi Militer II, sedangkan Mr. Assaat adalah Presiden RI saat Republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia Serikat (1949).

Pada tanggal 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan Agresi Militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat.

1. Sjafruddin Prawiranegara
Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI. Padahal, saat itu Soekarno - Hatta mengirimkan telegram berbunyi, 'Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Iboe Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra'.

Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government).
Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu 'demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara'.

Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI 'diproklamasikan'. Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinet-nya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.

Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.

2. Mr. Assaat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS).
RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain. Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.

Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan.

Nah para sobat pembaca, dengan demikian, SBY adalah presiden RI yang ke-8.
Urutan Presiden RI yang 'kronologis' adalah sebagai berikut : Soekarno (diselingi oleh Sjafruddin Prawiranegara dan Assaat), Soeharto, B.J. Habibie, (Alm.) KH. Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada Konspirasi Besar dibalik Pemerintahan SBY


Ada hal-hal yang menarik seputar isu yang terjadi akhir-akhir ini. Saya uraikan isu-isu dibalik kepemimpinan SBY dibawah ini,Beberapa Fakta:

1. Kasus Century yang lenyap. Uang 6,7 Triliyun menguap begitu saja, kasus yang menyita perhatian tapi hilang bagai ditelan bumi. Sesuatu yang besar sedang disembunyikan

2. Kasus pelemahan KPK, setelah mulai mengusut kasus Century dimulai dari permintaan KPK tentang laporan BPK yang mencurigakan tiba-tiba Antasari dituduh membunuh, kemudian Bibit-Chandra berusaha dipidanakan dengan alasan yang dicari-cari, awalnya gagal akhirnya berhasil juga mereka di non aktifkan.

3. Kasus penyelamatan SMI dari keputusan DPR oleh zionis melalaui IMF, Zionis langsung turun tangan dengan memuji-muji SMI kemudian di “amankan” di Amerika

4. Isu terorisme Aceh. targetnya selain pengalihan isu century juga stigmatisasi umat Islam dengan kekerasan.

5.Kasus Ariel-Luna Maya saya melihat ada kejanggalan. Bukannya menahan pelaku pornografi dan perzinahan yang jelas-jelas melanggar undang-undang, walaupun akhirnya Ariel ditahan karena tekanan publik. Polisi malah mengejar-ngejar pengunduh video porno Ariel-Luna Maya di internet. Lucunya lagi, meski telah diketahui penyebar pertama video porno tersebut adalah seorang warga Amerika (pasti agen dinas inteligen Israel Mossad atau “adik kandungnya” dinas inteligen Amerika CIA), polisi justru mengejar-ngejar pengunduh lokal. Polisi terkesan sengaja membuat kasus ini berlarut-larut dan tetap menjadi “pengalih perhatian yang baik”. Sampai-sampai Anak-anak hingga Ibu-ibu penasaran untuk melihat video ini, pornografi jadi semakin meluas.

6. Isu listrik gratis Dirut PLN lumayan memainkan peran sebagai pengalih perhatian. Ia sadar betul dari awal bahwa soal menggratiskan listrik adalah di luar kewenangannya. Lagipula ia juga sadar bahwa tugasnya masih jauh dari harapan. Ia baru saja menjabat dirut PLN dan belum ada satu langkah efisiensi yang dilakukan kecuali menaikkan Tarif Dasar Listrik.

7. Isu ahmadiyah, ini salah satu alat untuk memecah umat Islam, disini bermain Islam leberal yang membela dengan dasar pluralisme dan alasan-alasan seperti biasa, Setelah isu ini reda pentolan-pentolan Islib telah menjadi pengurus Partai penguasa. Rupanya mereka satu rumpun kepentingan.

8. Rekening gendut Pejabat POLRI, katanya jumlah yang ratusan milyar tersebut wajar, hanya satu yang mencurigakan, luar biasa!!! Kasusnya lenyap

9. Isu Malaysia Vs Indonesia, beberapa kali digulirkan pertama tentang kesenian reog, kedua tentang batik dan ketiga tentang perbatasan kedua negara dan terakhir tentang aparat yang dibawa ke Malaysia. Leletnya sikap presiden seperti disengaja agar masyarakat sedikit bergejolak agar lupa dengan kasus century, Rekening gendut POLRI, kemiskinan, kenaikan TDL dsb.

10. Pelemahan TNI, saya akan membahas lebih panjang. Semua dari kita sudah tahu bahwa ABRI atau TNI berasal dari rakyat sipil yang berjuang merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Kekuatan pertahanan Indonesia adalah terletak pada bersatunya rakyat dan angkatan bersenjata. Untuk Indonesia rakyat adalah tentara dan tentara adalah rakyat. 

Dari pengalaman Orde Baru memang diakui ada penyalahgunaan dwifungsi dan peran politik TNI, tetapi itu adalah kesalahan rezim yang berkuasa dan bukan kesalahan konsep jatidiri TNI. Hanya setelah penandatangan Letter of Intent dengan IMF, gelombang tekanan untuk mengeluarkan TNI dari gelanggang politik memuncak. TNI memang perlu direformasi tetapi tetap dalam kerangka jatidiri bangsa dan falsafah pertahanan rakyat semesta. TNI telah disterilkan dari politik dengan tuduhan pelanggaran HAM dan kepemilikan bisnis. Saat ini TNI tak boleh berbisnis, semua bisnisnya disita, tetapi anggaran pertahanan tak bisa dipenuhi Pemerintah. 

Alutsista TNI dibiarkan menua tanpa ada pembaharuan yang berarti, sementara beban pertahananan Zone Ekonomi Eksklusif Indonesia semakin berat. Ini seakan menunjukkan ketidakadilan atau ke tidak pedulian Pemerintah kepada TNI. TNI adalah rakyat yang berfungsi menggunakan senjata untuk mempertahankan wilayah negara, TNI berhak mendapat anggaran yang cukup untuk menjalankan tugasnya secara wajar. Hal ini bisa kita bandingkan secara sepintas dengan Polisi Republik Indonesia. Beberapa kalangan ahli pertahanan Indonesia menengarai adanya skenario pengkerdilan TNI. 12 tahun TNI diombang-ambingkan, pengkerdilan anggaran TNI dan seakan-akan secara “sengaja” menghapus jatidiri TNI yang asli.

11. Tewasnya Tiga perakit pesawat Sukhoi Su-27 SKM, karena keracunan alkohol. Sejumlah pihak curiga, kematian ketiganya tidak wajar bahkan sudah direncanakan, Saya yakin CIA bermain disini dalam kasus seperti ini biasanya mereka memanfaatkan penyusup untuk melakukan tugasnya. untuk bisa mengetahui jenis minuman yang langsung mereka bawa dari negara mereka karena minuman tersebut bukan dari sini. Apakah ini merupakan bagian dari pelemahan TNI?

12. Kritik Adji Suraji, ini menunjukkan pecahnya internal TNI hal ini terjadi karena rendahnya anggaran terhadap TNI, sikap SBY yang menganakemaskan POLRI dan kisruh purnawirawan yang di usir dari rumahnya membuat sebagian petinggi TNI geram dan sadar akan perlunya pengembalian mandat presiden kepada rakyat. Pertanyannya adalah kenapa TNI dilemahkan? Padahal SBY berasal dari TNI. Jawabannya adalah karena TNI telah menemukan jati dirinya bersama rakyat, apabila kekuatan ini bergabung maka kekuatan besar melawan rejim SBY tidak dapat dilawan

13. Isu seputar DPR : 
1. Ruhut poltak dengan usulannya yang konyol, 
2. Anggota Dewan yang sering absen, 
3. Studi banding (jalan-jalan) Panja Pramuka Komisi X DPR ke Jepang, Korea Selatan dan Afrika Selatan, 
4. Rencana pembangunan Gedung DPR senilai Rp 1,168 triliun yang akan dimulai Oktober 2010. Sepertinya isu ini sengaja untuk tandingan buruknya pemerintahan SBY

14. Isu HKBP VS FPI, nampaknya isu ini cukup sensitif sehingga cukup berhasil mengalihkan perhatian masyarakat. Targetnya adalah pecahnya kekuatan umat islam itu sendiri dan renggangnya hubungan antar umat Islam dan umat Kristiani.

Saya yakin akan ada isu-isu selanjutnya yang akan timbul dan tenggelam tanpa adanya penyelesaian yang jelas. Ini akan menjadi bumerang terhadap pemerintahan itu sendiri. Tipu daya yang dilakukan rejim ini akan semakin jelas terlihat dan disaat itulah masa-masa kritis negeri ini.

Indonesia Penjual Manusia, Malaysia Memperbudak Manusia

Indonesia Penjual Manusia, Malaysia Memperbudak Manusia -Menanggapi konflik dengan Malaysia, Ketua DPR Marzuki Alie mendukung sikap lunak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Alasannya, dengan bersikap tegas terhadap Malaysia, Indonesia cuma akan mendapatkan harga diri. Sementara ada 2 juta TKI yang harus dilindungi.


Padahal, ketidaktegasan itulah yang membuat penganiayaan TKI terus berulang. Ketidaktegasan itu sendiri bisa menjadi isyarat adanya persekongkolan antara Indonesia dan Malaysia yang menghendaki bisnis jual beli TKI tetap aman terkendali.



http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/09/07/0928458620X310.JPG



Kebijakan Malaysia


Malaysia adalah pengimpor TKI terbesar. Setidaknya, 85 persen buruh migran di Malaysia adalah TKI. Angka ini menunjukkan bahwa ketergantungan Malaysia pada TKI sangatlah tinggi. Meski demikian, dari sudut pandang keselamatan manusia, Malaysia sudah tidak layak menjadi negara tujuan TKI.


Kebijakan Malaysia untuk buruh migran secara eksplisit melegalkan perbudakan. Bagi buruh migran yang bekerja sebagai PRT, misalnya, Malaysia menerapkan kebijakan yang membuat majikan bisa berganti-ganti PRT, tetapi PRT tidak punya hak untuk berganti majikan. Visa dan permit kerja PRT melekat pada satu majikan dan Malaysia memberikan wewenang kepada majikan menahan paspor PRT agar mereka tidak lari.


Ketika PRT mengalami penganiayaan, aturan yang diterapkan Malaysia menghambat mereka melaporkan kasusnya sebab pelaporan bisa berdampak deportasi. Kalaupun PRT berhasil melaporkan kasusnya, ada aturan lain yang menghambat mereka memperoleh keadilan.
Malaysia mewajibkan buruh migran yang menunggu penyelesaian kasus kekerasan untuk mengajukan permohonan visa khusus yang harganya 100 ringgit. Visa khusus ini berlaku hanya satu bulan.

Padahal, penyelesaian kasus kekerasan butuh waktu sampai empat tahun. Sementara pemegang visa khusus tidak diperbolehkan bekerja. Akhirnya TKI yang mengalami penganiayaan memilih untuk menyerah ketimbang memperkarakannya.

Kalaupun kasus penganiayaan itu berhasil dibawa ke pengadilan, pengadilan Malaysia condong berpihak pada kepentingan warga Malaysia. Dalam kasus penganiayaan Nirmala Bonat, majikan bisa bebas dari penjara hanya dengan membayar 200.000 ringgit.

TKI yang mengalami kekerasan di rumah-rumah majikan tak punya pilihan. Mereka terpaksa lari dari majikan dan menjadi TKI ilegal atau tetap bertahan dalam kondisi perbudakan. Setiap bulan 1.200-2.550 PRT lari dari majikan akibat kekerasan, gaji tidak dibayar, atau kondisi kerja berat. Dari jumlah tersebut, tidak sampai 10 persen yang ditangani KBRI.

Kebijakan Indonesia


Kebijakan Indonesia tidak kalah kejam dengan Malaysia. Malaysia melegalkan perbudakan, sementara Indonesia membuka peluang perdagangan orang. Sebab, pemerintah lebih banyak menyerahkan perlindungan TKI pada PJTKI. Mulai dari perekrutan, pelatihan, pengurusan dokumen, sampai penyelidikan kematian TKI di luar negeri diserahkan kepada PJTKI.

Yang terjadi, catatan International Organization of Migrant menunjukkan, 67 persen korban perdagangan orang direkrut PJTKI resmi.


Kalau kita simak isi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, 93 persen pasal bicara soal bisnis penempatan TKI. Hanya 7 persen pasal yang bicara tentang perlindungan TKI.


Undang-undang juga menciptakan konflik antara Kemennakertrans dan BNP2TKI yang kian memperlemah perlindungan TKI. Bisa dipahami, ketika 513 TKI meninggal di Malaysia pada tahun 2008, Presiden tidak tahu.

Ratusan TKI terancam hukuman mati, pemerintah juga terlambat tahu. Padahal, dari 513 TKI yang meninggal itu, 87 persen adalah TKI berdokumen. Menjadi TKI legal sekalipun tak terjamin keselamatannya.


Kini perlindungan TKI semakin buruk. Serikat Buruh Migran Indonesia mencatat, dalam dua tahun terakhir kasus penganiayaan TKI meningkat 39 persen, kasus kekerasan seksual meningkat 33 persen, kasus kecelakaan kerja meningkat 61 persen, dan kasus TKI sakit meningkat 107 persen.

Data BNP2TKI juga menunjukkan, proporsi TKI berkasus meningkat dari 12,6 persen pada tahun 2009 menjadi 21 persen pada tahun 2010.


Persekongkolan


Kita banyak mengecam Malaysia atas penganiayaan TKI. Padahal, pemerintah Indonesia lebih kejam terhadap TKI. Malaysia melegalkan perbudakan demi membela kepentingan warga dan bangsanya sendiri.

Sementara berhadapan dengan sistem perbudakan Malaysia, Pemerintah Indonesia justru membuat kebijakan yang mempermudah warganya diperdagangkan dan tidak hadir di saat TKI menghadapi masalah hingga kehilangan nyawa.


Ironis bahwa saat TKI didorong memperbesar devisa, mengumpulkan uang receh negara tetangga dengan risiko kehilangan nyawa, para pejabat justru memperbesar korupsi dan DPR sibuk membangun gedung mewah dengan spa, fitness center, dan kolam renang demi kesenangan sendiri.


Di mata dunia, Indonesia adalah negara paling buruk dalam perlindungan warganya di luar negeri. Sekadar perbandingan, ketika buruh migran Filipina dideportasi dari Malaysia tahun 2002 dan seorang di antaranya dilecehkan secara seksual, Presiden Filipina datang ke Malaysia, menjemput mereka, dan mempersoalkan pelecehan yang menimpa warganya. Tindakan tegas itu memaksa Mahathir meminta maaf secara publik kepada pemerintah dan bangsa Filipina.

Buruh migran Filipina di Malaysia hanya 6 persen, tetapi Filipina mampu memaksa Malaysia membuat memorandum of agreement (MOA). Dengan 85 persen PRT di Malaysia, Indonesia sama sekali tidak mampu memaksa Malaysia membuat memorandum of understanding (MOU) yang tingkatnya lebih rendah daripada MOA.


Malaysia akan terus bertindak sewenang-wenang kepada TKI karena di hadapan Malaysia, Pemerintah Indonesia sudah kehilangan harga diri. Harga diri itu sendiri lokusnya pertama-tama bukan pada sikap atau tindakan bangsa lain, melainkan pada sikap para pemimpin terhadap anak-anak bangsanya sendiri. Kalau pemimpin tidak menganggap satu nyawa warga berharga bagi bangsa, bagaimana mungkin bangsa lain menghargai kita.


Bisa dipahami kalau kemudian ada sekelompok warga Indonesia melakukan aksi melempar kotoran ke kantor Kedutaan Besar Malaysia. Sebab, melempar kotoran di kantor pemerintah dan DPR tiada guna lagi. Bagi mereka, devisa dan gedung mewah lebih berarti daripada harga diri.


Akhir kata, sikap lunak Presiden SBY terhadap Malaysia di tengah memburuknya perlindungan TKI mengisyaratkan adanya persekongkolan antara Indonesia dan Malaysia agar sistem jual beli TKI tetap aman terkendali.

Sekadar mengingatkan, bisnis jual beli TKI adalah bisnis besar sarat keuntungan yang melibatkan demikian banyak pihak, termasuk para anggota DPR dan pejabat tinggi hingga rendahan RI. ( kompas.com )

29 Rekor Indonesia Di Mata Dunia Yang Terlupakan



1. Letusan Gunung Terdahsyat di dunia. Gunung Tambora yang terletak di Pulau Sumbawa meletus bulan April tahun 1815 ketika meletus dalam skala tujuh pada Volcanic Explosivity Index. Letusan gunung ini terdengar hingga pulau Sumatra (lebih dari 2.000 km). Abu vulkanik jatuh di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Letusan gunung ini menyebabkan kematian hingga tidak kurang dari 71.000 orang dengan 11.000—12.000 di antaranya terbunuh secara langsung akibat dari letusan tersebut. Bahkan beberapa peneliti memperkirakan sampai 92.000 orang terbunuh. Lebih dari itu, letusan gunung ini menyebabkan perubahan iklim dunia. Satu tahun berikutnya (1816) sering disebut sebagai Tahun tanpa musim panas karena perubahan drastis dari cuaca Amerika Utara dan Eropa karena debu yang dihasilkan dari letusan Tambora ini.


2. Pulau Bungin di Kecamatan Alas Kabupaten Sumbawa NTB, merupakan pulau kecil buatan terpadat didunia melebihi kepadatan pulau Jawa dengan kepadatan 36000 jiwa/km2 sedangkan kepadatan pulau jawa hanya sekitar 813 jiwa/km2 atau kepadatan pulau Bungin sama dengan 44 kali kepadatan pulau Jawa. Pulau yang hanya seluas 8 hektar ini mempunyai jumlah penduduk sebanyak 2.800 Jiwa.



3. Indonesia merupakan Negara dengan suku bangsa yang terbanyak di dunia. Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis, dimana di Papua saja terdapat 270 suku.



4. Negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yaitu, 583 bahasa dan dialek dari 67 bahasa induk yang digunakan berbagai suku bangsa di Indonesia. Bahasa nasional adalah bahasa Indonesia walaupun bahasa daerah dengan jumlah pemakai terbanyak di Indonesia adalah bahasa Jawa.



5. Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia. Jumlah pemeluk agama Islam di Indonesia sekitar 216 juta jiwa atau 88% dari penduduk Indonesia. Juga memiliki jumlah masjid terbanyak dan Negara asal jamaah haji terbesar di dunia.



6. Monumen Budha (candi) terbesar di dunia adalah Candi Borobudur di Jawa Tengah dengan tinggi 42 meter (10 tingkat) dan panjang relief lebih dari 1 km. Diperkirakan dibuat selama 40 tahun oleh Dinasti Syailendra pada masa kerajaan Mataram Kuno (750-850).



7. Tempat ditemukannya manusia purba tertua di dunia, yaitu : Pithecanthropus Erectus” yang diperkirakan berasal dari 1,8 juta tahun yang lalu.



8. Republik Indonesia adalah Negara pertama yang lahir sesudah berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945. RI merupakan Negara ke 70 tertua di dunia.



9. Indonesia adalah Negara pertama (hingga kini satu-satunya) yang pernah keluar dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada tgl 7 Januari 1965. RI bergabung kembali ke dalam PBB pada tahun 1966.



10. Tim bulutangkis Indonesia adalah yang terbanyak merebut lambang supremasi bulutangkis pria, Thomas Cup, yaitu sebanyak 13 x (pertama kali th 1958 & terakhir 2002).



11. Indonesia adalah penghasil gas alam cair (LNG) terbesar di dunia (20% dari suplai seluruh dunia) juga produsen timah terbesar kedua.



12. Indonesia menempati peringkat 1 dalam produk pertanian, yaitu : cengkeh (cloves) & pala (nutmeg), serta no.2 dalam karet alam (Natural Rubber) dan minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).



13. Indonesia adalah pengekspor terbesar kayu lapis (plywood), yaitu sekitar 80% di pasar dunia.



14. Terumbu Karang (Coral Reef) Indonesia adalah yang terkaya (18% dari total dunia).



15. Indonesia memiliki species ikan hiu terbanyak didunia yaitu 150 species.



16. Biodiversity Anggrek terbeser didunia : 6 ribu jenis anggrek, mulai dari yang terbesar (Anggrek Macan atau Grammatophyllum Speciosum) sampai yang terkecil (Taeniophyllum, yang tidak berdaun), termasuk Anggrek Hitam yang langka dan hanya terdapat di Papua.



17. Memiliki hutan bakau terbesar di dunia. Tanaman ini bermanfaat ntuk mencegah pengikisan air laut / abrasi.



18. Hewan langka Komodo hanya tersisa di Pulau komodo NTT yang merupakan spesies kadal terbesar di dunia dengan rata-rata panjang tubuhnya mencapai hingga 3,13 meter dan beratnya mencapai 165 kg.



19. Rafflesia Arnoldi yang tumbuh di Sumatera adalah bunga terbesar di dunia. Ketika bunganya mekar, diameternya mencapai 1 meter.




20. Memiliki primata terkecil di dunia , yaitu Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Hewan yang mirip monyet dan hidupnya diatas pohon ini terdapat di Sulawesi.



21. Tempat ditemukannya ular terpanjang di dunia yaitu, Python Reticulates sepanjang 10 meter di Sulawesi.



22. Ikan terkecil di dunia yang ditemukan baru-baru ini di rawa-rawa berlumpur Sumatera. Panjang 7,9 mm ketika dewasa atau kurang lebih sebesar nyamuk. Tubuh ikan ini transparan dan tidak mempunyai tulang kepala.



23. Spa terbaik di dunia berada di pulau Bali, penghargaan SPA Terbaik didapat dari majalah Senses di Eropa. Sebanyak 60.000 pembacanya menyatakan Bali sebagai The Best Spa Destination in The World 2009.



24. Indonesia menjadi negara dengan jumlah bank dan lembaga keuangan yang berlandaskan sistem syariah terbanyak di dunia. Hal ini terbukti dengan hadirnya 33 bank, 46 lembaga asuransi, dan 17 mutual fund yang menganut sistem syariah untuk semester pertama tahun 2009.



25. Sejak tahun 2006 Indonesia telah menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan hasil produksi pada tahun 2006 mampu mencapai sebesar 16 juta ton pertahun. Bersama dengan Malaysia, Indonesia menguasai hampir 90% produksi minyak sawit dunia.



26. Eksport nanas Lampung tahun 2008 menduduki peringkat dua terbesar di dunia



27. Paguyuban Pencinta Batik Pekalongan mendapat penghargaan Guinness World Records tahun 2005 setelah berhasil membatik kain sepanjang 1.200 meter persegi (setara 12.916 kaki) oleh 1.000 pembatik tulis berikut pewarnaannya dalam waktu satu hari.





28. Satu dari 4 masjid kubah emas didunia terdapat di Indonesia. Berikut nama dan tempat masjid kubah emas 1. Masjid Jame’ Asr atau Masjid Bandar Seri Begawan di Brunei, 2. Masjid Al-Askari di Samarra, Irak, 3. Masjid Qubbah As Sakhrah / Dome of the Rock di Yerusalem, Palestina, 4. Masjid Dian Al Mahri di Depok, Indonesia.



29. Indonesia sebagai negara dengan tingkat pertumbuhan pengguna facebook paling tinggi di asia tenggara. Pada tahun 2008, pengguna facebook di Indonesia tumbuh 645 persen mengalahkan China, India, Malaysia, Thailand, dan Singapura.


Waspadai Interaksi Yang Berbahaya Antara Obat Dan Makanan!

Quote:

Interaksi obat dan makanan terjadi bila makanan yang Anda makan mempengaruhi bahan dalam obat yang Anda minum sehingga obat tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Interaksi ini dapat menyebabkan efek yang berbeda-beda, dari mulai peningkatan atau penurunan efektivitas obat sampai efek samping. Makanan juga dapat menunda, mengurangi atau meningkatkan penyerapan obat.

Itulah sebabnya mengapa beberapa obat harus diminum pada waktu perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) dan beberapa obat lain sebaiknya diambil bersamaan dengan makanan


Berikut ini contoh beberapa makanan dan minuman yang tidak boleh dicampur dengan obat-obatan tertentu:
Quote:

- Jus jeruk menghambat enzim yang terlibat dalam metabolisme obat sehingga mengintensifkan pengaruh obat-obatan tertentu. Peningkatan pengaruh obat mungkin kelihatannya baik, padahal tidak. Jika obat diserap lebih dari yang diharapkan, obat tersebut akan memiliki efek berlebihan. Misalnya, obat untuk membantu mengurangi tekanan darah bisa menurunkan tekanan darah terlalu jauh. Konsumsi jus jeruk pada saat yang sama dengan obat penurun kolesterol juga meningkatkan penyerapan bahan aktifnya dan menyebabkan kerusakan otot yang parah. Jeruk yang dimakan secara bersamaan dengan obat anti-inflamasi atau aspirin juga dapat memicu rasa panas dan asam di perut.

- Kalsium atau makanan yang mengandung kalsium, seperti susu dan produk susu lainnya dapat mengurangi penyerapan tetrasiklin.

- Makanan yang kaya vitamin K (kubis, brokoli, bayam, alpukat, selada) harus dibatasi konsumsinya jika sedang mendapatkan terapi antikoagulan (misalnya warfarin), untuk mengencerkan darah. Sayuran itu mengurangi efektivitas pengobatan dan meningkatkan risiko trombosis (pembekuan darah).

- Minuman jus anggur diketahui dapat menyebabkan masalah dengan menghambat enzim yang bekerja dalam metabolisme obat dan menguatkan efek obat-obatan tertentu, termasuk diantaranya estrogen (yang ada di dalam pil penjarang kehamilan), calcium channel blockers (obat tekanan darah tinggi) dan obat penenang benzodiazepine tertentu.

- Penderita penyakit jantung yang sedang meminum obat digoxin, sebaiknya menghindari mengkonsumsi havernut-oatmeal. Kandungan serat tinggi di dalam havermut diketahui dapat menghambat proses absorpsi obat.

- Jangan mencampur jenis makanan yang kaya akan kandungan tyramine seperti yang terdapat pada keju, daging olahan, avokad, pisang, red wine ataupun produk-produk yang mengandung kafein dengan MAO Inhibitor (obat untuk penderita depresi fobia). Pencampuran ini dapat menyebabkan Anda menderita sakit kepala yang parah dan kenaikan tekanan darah yang kemungkinan berakibat fatal (Hypertensive Crisis).

- Kafein meningkatkan risiko overdosis antibiotik tertentu (enoxacin, ciprofloxacin, norfloksasin).Untuk menghindari keluhan palpitasi, tremor, berkeringat atau halusinasi, yang terbaik adalah menghindari minum kopi, teh atau soda pada masa pengobatan.
Quote:


Tips untuk Anda:

- Ikuti petunjuk pemberian obat oleh dokter/apoteker, apakah obat harus diminum saat perut kosong, bersamaan dengan saat makan, atau waktu lainnya.

- Bila Anda membeli obat bebas, bacalah dengan seksama label petunjuk pemakaian obat untuk memeriksa hal ini, terutama pada bagian “interaksi obat”. Baca semua petunjuk, peringatan dan pencegahan interaksi yang tercetak pada label tersebut.

- Bila Anda mendapatkan obat resep dari dokter, tanyakan padanya makanan apa yang harus dihindari saat mengkonsumsinya.

- Baca label obat resep. Jika Anda tidak memahami sesuatu, tanyakan kepada dokter atau apoteker.

- Minumlah obat dengan segelas air, kecuali dokter Anda menyarankan lain. Bila Anda kesulitan menelan obat dengan air, tanyakan apakah boleh menggantinya dengan pisang, misalnya. Dokter mungkin dapat memberi alternatif bentuk obat lain seperti sirup atau puyer untuk Anda.

- Jangan mengaduk obat dengan makanan Anda atau membuka kapsul (kecuali disarankan dokter Anda), karena hal tersebut dapat mengubah cara obat bekerja.

- Jangan meminum pil vitamin bersamaan dengan meminum obat. Vitamin dan mineral dapat berinteraksi dengan beberapa obat-obatan.

- Jangan mencampur obat ke dalam minuman panas karena panas dapat merusak atau menghambat kerja obat.

- Produk herbal tidak dianggap sebagai obat sehingga tidak diuji secara komprehensif. Namun, makanan tersebut mungkin dapat berinteraksi dengan obat tertentu. Bila Anda memakai herbal atau jamu, Anda harus memberitahu dokter dan apoteker untuk menghindari interaksi obat.

Inilah Kebohongan Reality Show Indonesia

SALAH satu tayangan sampah di televisi adalah reality show atau yang sekarang disebut reality drama. Demi mengeruk iklan alias keuntungan, stasiun TV berlomba-lomba meraih penonton dengan tayangan kamuflasif alias penuh tipuan, rekayasa, yang oleh bagi sebagian orang yang jeli adalah penipuan publik. Namun benarkan bisa dikatakan demikian?

1. Sadar Kamera.

Pemainnya yang digambarkan sebagai orang-orang sipil yang kagak sadar direkam itu ternyata sadar kamera. Maksud saya, lihat bagaimana posisi mereka saat kamera dengan diam-diam merekam. Sangat ketahuan betul kalau mereka hanya cast yang diatur agar menjaga ‘titik pandang’ kamera. Semata agar terlihat nyaman dip roses editing dan selanjutnya, menjadi sebuah produk tayangan.

2. Produktif.

Mungkin agak aneh dengan program sejenis yang bisa tayang sampai seminggu tiga kali. Logikanya, untuk menyelidiki seseorang memang perlu waktu lebih dari satu minggu. Begitupun seperti yang digambarkan dalam tayangan itu. Terlihat dengan scene: hari ke satu.. hari ke delapan. Apakah mustahil dengan format tayangan seminggu tiga kali? Sebab konon syuting aslinya dilakukan hanya seharian penuh.

3. Format Bodoh.

Dalam tayangan pagi di Global TV, pembuatnya merasa format ini akan lebih meyakinkan untuk dipercayai masyarakat. Formatnya adalah: satu, bagian pengakuan dari klien asli. Misalnya dia mengeluh karena suaminya ML sama pembokatnya sendiri. Di lain scene, ada juga pengakuan sang suami lengkap dengan pembokapnya. Langkah dua: adegan peragaan yang diibaratkan dimainkan oleh model. Jadi bukan cast di langkah pertama yang memeragakan, melainkan cast yang lainnya. Hal ini agar format lebih dipercayai penonton. Langkah terakhir, host-nya mulai terjun ke lapangan untuk menuntaskan masalah tersebut. Haha! Kucing saya hamper mampus saking banyak ketawa. Coba kamu pikir, orang bodoh macam mana yang mampu mengurai aib-nya sendiri dengan bersedia diwawancara. Misalnya Ariel bersedia diwawancara sementara ia dipihak ‘pendosa’ yang melakukan zina sekaligus merekam video porno. Nah, lho. Saya nggak tahu tayangan itu masih ada apa kagak. Sudah dua bulan saya puasa nonton TV.

6. Klimaks.

Karena rekayasa, otomatis episode ini penuh dengan klimaks-klimaks ala sinetron Indonesia. Misalnya si A adalah lelaki yang nggak peduli sama keluarga. Belakangan pas diselidiki dia ternyata HOMO yang jual diri. Pas diselidikin terus lewat mobil di belakang, diketahuilah si A masuk mobil tertentu lalu selama dalam perjalanan, si A kemudian dikeluarkan dari mobil dalam keadaan telanjang dada. Dramatis amat, woy! Si A pun dibawa ke mobil pendetektif kemudian bertobat. Dia ngaku kalau dia habis dirampok. Waw, padahal bodi si A gede tuh. Apa mungkin si penodong di mobil pakai senjata api? Siapa tahu? Tapi lebih banyak, proses tobat dalam tayangan sejenis berlangsung cepat dan tiba-tiba. Misalkan si B anak lelaki yang di-skrip-kan suka maki-maki orang tua. Nggak lama dia akhirnya tobat dan sujud sama ibunya. Berkopiah dan berkokolah ia. Ahhaha!

7. Sound.

Klien yang pura-pura nyelidikin dan nanya-nanya sumber (sementara kamera diletakkan sembunyi-sembunyi) menempelkan microphone di bajunya. Namun entah kenapa sang sumber menjawab dengan sangat jelas. Padahal logikanya, sang sumber terdengar samar dan sang klien terdengar jelas. Tanya kenapa?

8. Akting maksa.

Kita pun tahu mana ekspresi yang asli dan mana ekspresi yang lebay.

Saran:

- Bedah Rumah dan Minta Tolong adalah program reality show yang baik. Contohlah dua program ini.

- Reality show yang pernah dikecam adalah Curhat (Anjasmara) di TPI. Penuh dengan kata-kata kotor yang disensor. Salah satu cast-nya juga main di Take Him Out.

- Hindarkan tayangan tentang mistik. Para jin kafir dan iblis akan senang kalau keberadaannya dibahas. Membuat manusia ‘semakin percaya’ pada ‘keagungan’ dunia jin dan lumayan membuat parno. Bikin tayangan realigi realitas semisal yang homo-homoan tadi. Awalnya homo, ngucing, terus tobat. Awalnya ngeganja, damprat ortu, terus tobat. Begitulah.

- Jangan membahas masalah permasalahan seksual, apalagi di tayangkan di jam anak-anak sekolah (pagi). Meski khusus buat ibu-ibu, tapi anak-anak yang sekolah siang bisa nyimak dulu tayangan Bukan Sinetrond di Global Tv itu.

- Tayangan di luar negeri juga rekayasa. Namun mereka mampu mengemasnya dengan sangat asli. Survivor misalnya, tayangan ketika banyak orang dibiarin hidup di pulau tertentu dan yang bertahan di sana adalah yang menang. Logikanya, mana mungkin orang-orang dibiarin kelaparan sementara kru/kameramen enak-enakan makan.

| SUMBER |

Related Posts with Thumbnails